Rex belum sepenuhnya pulih dari kekacauan kecil pagi tadi—Nathan tantrum, ibu-ibu bergosip, bu Hera dan pak Andri ikut-ikutan membujuk, lalu kecupan tiba-tiba di kening Anita, yang ia lakukan dengan niat sandiwara, tapi efeknya ke dirinya sendiri malah seperti kena petir.Masalahnya setiap kali ia mengingatnya, dadanya berdebar heboh.Anita—yang pipinya merah padam ketika itu—langsung kabur masuk rumah begitu pintu mobil tertutup. Dan Rex hanya bisa menghela napas, menegakkan punggung, lalu memacu mobil menuju kantor cabang LZ Corp Bandung.Begitu Rex memasuki ruang meeting lantai dua, tim audit sudah standby. Map tebal, laptop terbuka, ekspresi tegang—semua tanda bahwa mereka mendekati garis akhir.“Selamat pagi, Pak Rex,” sapa Devi, sekretarisnya, menyerahkan laporan harian.Rex membaca cepat. “Kemajuannya oke. Sudah di-cross-check sama tim legal?”“Sudah, Pak. Dan Pak Fadhil dari Divisi Keuangan Pusat tadi telepon. Katanya, kalau hari ini kita menemukan missing-link terakhir,
Terakhir Diperbarui : 2025-12-19 Baca selengkapnya