"Kita mau ke pantai," jawab Aya sembari tersenyum lebar.Ketika Aya menyampaikan ide itu saat mobil semakin menjauh dari rumah, Ibra sempat ragu. "Apa nggak terlalu jauh? Kamu sedang hamil, Aya.""Enggak, kok, Mas," sahut Aya."Aku khawatir kamu lelah." Ibra meraih tangan Aya dan menggenggamnya dengan lembut."Nggak papa, Mas. Lagian jaraknya hanya beberapa jam dari sini, Mas. Kita bawa Pak Santo untuk menyetir, jadi Mas bisa istirahat di mobil. Bi Tina juga ikut di mobil belakang buat bantu jaga Putra. Nanti Bi Tina bantu menyiapkan keperluan kita. Aku hanya ingin kita bertiga... ah, maksudku berempat, bersantai sejenak," ujar Aya sambil mengelus perutnya."Itu benar, Ayah. Sudah lama sekali Putra pengen ke pantai. Kita bisa liburan di sana!" seru Putra tampak ceria.Melihat binar harapan di mata istri dan anaknya, pertahanan Ibra runtuh. "Baiklah. Kalau begitu tiga hari dua malam cukup, kan? Aku akan minta Samuel menghandle semua masalah kantor."Kedua mata Aya membulat. "Tiga hari
Read more