Aya dan Tina spontan menoleh ke arah Putra yang kini berlari ke arah mereka. Bocah lima tahun itu tampak berlari dengan tergesa-gesa. Bahkan seragamnya belum ganti. Sebuah kotak beludru warna hitam pun ada di dalam genggaman salah satu tangannya."Bunda!" seru Putra lagi saat sudah berada di hadapan sang ibu."Ada apa, Sayang?" tanya Aya lembut. Wanita itu mencoba tetap terlihat tegar di hadapan anak sulungnya.Putra semakin mendekat dan kini duduk di samping sang ibu. Bocah itu menoleh menatap Tina, lalu menoleh menatap ibunya lagi."Bunda, Ayah belum pulang, ya?" tanya Putra."Belum, Sayang. Mungkin... Ayah lagi sibuk," jawab Aya memberikan alasan yang mudah dimengerti oleh anaknya."Kalau begitu kita jemput Ayah di kantor, Bun," usul bocah itu.Aya mengusap rambut Putra dengan lembut, mencoba menyembunyikan getar di tangannya. Namun, tatapan Putra tidak tertuju pada ibunya, melainkan pada Tina yang masih berdiri mematung di dekat mereka. Ada semacam ketegasan yang tidak biasa di ma
Read more