Aroma mentega yang meleleh di atas wajan datar berpadu dengan harum gurih roti yang terpanggang. Di dapur apartemen yang minimalis namun berbalut cahaya pagi yang hangat, Gina bergerak dengan cekatan saat memanggang roti sebagai menu makan pagi mereka. Rambutnya yang sepanjang bahu, dicepol asal-asalan, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang tampak segar.Setelah roti matang dari panggangan, dengan hati-hati Gina memindahkannya ke atas piring keramik putih, lalu mengoleskan selai cokelat kesukaan Niko di atasnya. Di sebelahnya, dua cangkir susu hangat sudah mengepulkan uap tipis, menebarkan aroma vanila yang menenangkan dan manis.Meskipun status mereka adalah sepasang kekasih, Gina dan Niko tetap memegang teguh batasannya. Semalam, setelah tangis Niko mereda dan ciuman penenang itu berakhir, Niko mengantar Gina ke kamar utamanya. Ia sendiri memilih untuk tidur di sofa. Bagi Niko, menghormati komitmen dan menjaga kesucian hubungan mereka sebelum pernikahan adalah bent
Read more