Tangan Alya bergerak ke belakang leher Radit, menariknya lebih dekat. Tangan Radit, tanpa dia sadari, bergerak ke pinggang Alya, menggenggamnya dengan pelan.Mereka jatuh ke ranjang, Alya di atas Radit, masih berciuman dengan napas yang mulai terengah.Alya melepas ciuman sejenak, menatap Radit dengan mata yang berkaca-kaca."Radit," bisiknya dengan napas yang tersengal. "Kalau kamu gak mau lanjut, kita berhenti sekarang. Aku gak akan marah. Aku janji."Radit menatapnya.Di kepalanya, ada pertarungan besar.Ada suara yang berteriak bahwa ini salah! Ini pengkhianatan! Pikirin Dinda!Tapi ada suara lain yang berbisik bahwa kamu lelah. Kamu butuh ini. Kamu pantas ngerasa dicintai."Jangan berhenti," bisik Radit dengan suara yang serak.Alya tersenyum. Dia mencium Radit lagi.Radit membalas ciuman itu dengan tidak kalah dalamnya, tangannya melingkar di pinggang Alya, merasakan lekuk tubuhnya yang indah."Ahh..."Alya mendesah di antara ciuman, desahan lembut penuh hasrat.Tangan wanita it
Last Updated : 2026-02-26 Read more