Sang Monster menjulurkan tangannya, tidak lagi sebagai ancaman, melainkan kebersatuan. Dimas menyambutnya dengan mantap. Begitu kedua telapak tangan itu bersentuhan, partikel-partikel atomik sang Monster berpindah dalam pusaran spiral yang liar, meresap masuk melalui pori-pori tubuh arang Dimas.Seketika, tubuh hitam legam itu menyala hebat. Cahaya kemerahan seperti bara api yang ditiup angin kencang merambat dari jemari hingga ke ubun-ubunnya. Retakan di sekujur tubuh Dimas bukan lagi tanda kehancuran, melainkan jendela bagi kekuatan yang tak terbendung.Hingga akhirnya, sang Monster meluruh sepenuhnya, menyatu dalam satu denyut nadi yang sama. Tubuh Dimas meledak dalam cahaya putih keperakan yang menyilaukan—sebuah pendaran murni yang aromanya mengingatkan Dimas pada satu hal: Aroma tubuh Azura. Keharuman yang suci, dingin, dan menenangkan. Tubuhnya ter
Last Updated : 2026-03-02 Read more