Azura melangkah maju ke tengah panggung, kedua tangannya mendekap sebuah kotak kayu ulin tua yang permukaannya telah halus termakan usia. Setya, yang biasanya penuh seloroh, mendadak bersikap sangat sopan. Ia mendekatkan mikrofon berlapis emas itu tepat di depan cadar Azura."Terima kasih, Mas," bisik Azura pelan. Suaranya, meski teredam kain, tetap terdengar bening dan menggetarkan keheningan Ruang Khazanah.Azura menarik napas dalam, matanya menatap lensa kamera seolah sedang berbicara langsung kepada jutaan jiwa di balik layar. Ia mengucapkan salam. "Ibu saya pergi sebelum saya sempat mengenalnya," Azura memulai, suaranya tenang. "Di dalam kotak ini, beliau meninggalkan jejak yang lebih abadi dari sekadar ingatan. Hampir selama hidup saya, setiap malam, saya duduk di depan botol ini, mencoba memecahkan kepingan puzz
آخر تحديث : 2026-02-03 اقرأ المزيد