Di dalam kamarnya yang hanya diterangi lampu meja, Azura terpaku menatap sebuah benda kecil di tangannya. Begitu suara langkah berat yang sangat ia kenal berderak di lantai kayu luar, jemarinya bergerak secepat kilat—menyelinap masuk ke dalam tas kanvasnya.Tok, tok, tok."Assalamualaikum," suara berat itu terdengar ragu."Waalaikumsalam. Masuk, Abi," sahut Azura sambil mengatur napasnya agar kembali tenang.Pak Badar mendorong pintu perlahan. Sosoknya yang besar tampak memenuhi bingkai pintu, namun bahunya sedikit merosot, kehilangan keperkasaan yang biasa ia tunjukkan di ring. "Lampu masih nyala, rupanya belum tidur," gumamnya, matanya menyapu ruangan."Sebentar lagi, Abi," jawab Azura dengan senyum tipis yan
آخر تحديث : 2026-02-23 اقرأ المزيد