Keesokan hari, Winata akhirnya menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Ia membuka matanya perlahan dan menatap sekeliling dengan pandangan lemah. "Papa!" seru Karina dengan nada lega, menggenggam erat tangan suaminya. "Syukurlah, Papa sudah sadar. Bagaimana perasaan Papa?" Winata tersenyum tipis dan berusaha berbicara, namun suaranya sangat lemah. "Aku... baik-baik saja," ucap Winata dengan terbata-bata. "Apa kamu sudah memberitahukan Dewi? Di mana Dirga?" Dirga segera mendekat ke sisi ranjang ayahnya. "Aku di sini, Papa, Tante Dewi sudah ku hubungi dan sebentar lagi dia datang." ucap Dirga cemas. "Bagaimana perasaan Papa? Apa ada yang sakit?" Winata menatap Dirga dengan tatapan serius. "Dirga, ada yang ingin Papa bicarakan padamu," ucap Winata dengan suara lemah, namun penuh dengan penekanan. Karina mengerutkan kening. "Papa, jangan bicara yang berat-berat dulu," ucap Karina dengan k
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-15 อ่านเพิ่มเติม