Di ruang kerja Dirga yang mewah, suara Karina menggema penuh amarah. "Dirga, kenapa Mama baru tahu soal sekretaris baru ini sekarang?!" tanyanya dengan nada tinggi yang membuat Dirga menghela napas."Ma, bukan gitu," jawab Dirga berusaha tenang. "Hana tiba-tiba mengundurkan diri, dan aku harus cepat cari pengganti. Delisa yang paling cocok saat itu."Karina mencibir sinis. "Cocok? Apa karena dia tidak tahu siapa Mama?!" Karina menatap tajam, menusuk. "Kamu itu harusnya cari yang lebih berpengalaman, yang tahu bagaimana menghormati orang!"Dirga memijat pelipisnya, kepalanya terasa berdenyut. "Ma, Delisa kerjanya bagus. Udah ya, Ma, jangan bahas ini lagi," pintanya, berharap ibunya mengerti.Di ruang kerja Dirga yang luas, Karina berdiri dengan gelisah. Ia menatap putranya yang duduk di kursi kebesarannya, tampak lelah dan frustrasi. Sebenarnya, Karina enggan menyampaikan pesan dari suaminya, ayah Dirga. Ada keraguan besar dalam hatinya."Dirga, Mam
Terakhir Diperbarui : 2025-12-11 Baca selengkapnya