"Kitten, hei sadarlah. Kumohon, buka matamu," panik Jordan saat melihat wajah wanita kecil itu pucat pasi sembari menutup mata. Tangan besar Jordan yang bergetar hebat menangkup pipi dingin Chloe. "Sayang... kumohon..."Sayup-sayup, di tengah kesadaran Chloe yang ditarik paksa oleh kegelapan, telinga wanita itu menangkap suara bariton yang begitu ia kenal. Suara yang biasanya penuh arogansi dan perintah itu kini terdengar bergetar, sarat akan ketakutan yang mendalam. Perlahan, dengan sisa tenaga yang Chloe miliki, kelopak mata Chloe terbuka. Pandangannya kabur, namun ia bisa melihat wajah tampan ayah tirinya yang kini terlihat begitu kacau. 'Oh ... Tuan, kamu datang? Aku... Tidak percaya yang berdiri ini Ayah tiriku dengan wajah penuh kekhawatiran,' batin Chloe. Bibir pucat Chloe melengkung, membentuk senyuman tipis yang teramat pedih. Di tengah rasa sakit yang merobek perutnya, ia merasa terharu. Ia sama sekali tidak menyangka pria sekejam dan searogan Jordan Arsenio rela datang m
Terakhir Diperbarui : 2026-03-17 Baca selengkapnya