"Heh?! Siapa kamu?! Aku... di mana ini?" tanya Chloe, tubuhnya langsung menegang waspada. Tangannya yang bebas menarik selimut hingga menutupi dada.Wanita muda berparas ayu itu hanya tersenyum simpul. Dengan gerakan anggun namun terlatih, ia meletakkan nampan berisi sup dan segelas susu hangat di atas nakas, tepat di samping lampu tidur."Nona tenang saja. Nona berada di tempat yang aman," jawab wanita itu lembut dan sopan. "Sekarang, lebih baik Nona makan dulu. Tubuh Nona sudah saya obati dan beri salep di beberapa area keunguan. Pokoknya, Nona jangan berpikiran macam-macam dulu ya. Istirahat saja."Mendengar ucapan itu, mata Chloe membelalak tak percaya."Hah?! Tempat aman katamu?!" sungut Chloe, suaranya naik dua oktaf. "Aman dari mananya, Mbak?! Mbak-nya sehat? Waras? Coba lihat ini tangan saya digimanain! Dirantai kayak anjing rabies begini dibilang aman?!"Chloe menunjuk-nunjuk rantai besinya dengan wajah berang. "Saya ini habis diculik, dibekap kloroform, dilempar ke mobil van
Baca selengkapnya