Hentakan halus saat pesawat mendarat di bandara Barajas, Madrid, membangunkan Chloe. Udara malam yang dingin langsung menyapa begitu pintu jet pribadi itu terbuka."Kakiku kebas, Daddy. Gendong," pinta Chloe, merentangkan tangannya perlahan. Rambutnya sedikit berantakan, namun sorot matanya tetap tajam meski baru bangun tidur.Jordan yang baru saja merapikan ritsleting celananya menghela napas panjang. Pria itu menatap gadis kecilnya dengan sisa gairah yang masih berbaur dengan insting protektif. "Siapa suruh menjepitku seganas tadi, hm?" goda Jordan dengan suara bariton seraknya, tangannya terulur merapikan kerah mantel Chloe. "Sekarang kamu tahu akibatnya menantang batas kesabaranku.""Salahkan dirimu sendiri yang tidak tahu cara berhenti, Tuan Bos," balas Chloe tenang, sama sekali tak memalingkan wajahnya. "Gendong aku sekarang, atau aku benar-benar akan duduk dan tidur di landasan pacu ini."Jordan terkekeh pelan. Tanpa banyak bicara, Sang Taipan itu membungkuk, menyelipkan satu
Mehr lesen