TOK! TOK! TOK!"Oh... Shit! Siapa yang datang di saat tegang begini?" gerutu Jordan kesal, rahangnya mengeras menahan hasrat.Chloe lekas beranjak turun dari pangkuan bosnya, buru-buru merapikan piyama dan rambutnya, serta mengusap bibirnya yang sudah sedikit bengkak. Rona merah di wajah Chloe makin pekat menahan malu. "Buka dulu, Tuan. Mungkin penting."Meski mimiknya sangat keberatan, Jordan harus rela menahan birahinya. Orang tidak akan berani mengetuk pintu kamarnya jika bukan urusan mendesak."Oke. Tapi ingat, Kitten, urusan kita belum selesai," ancam Jordan dengan suara seraknya.Chloe terkikih pelan. "Iya, Tuan Bos. Selalu siap melayani Tuan kapan pun."Jordan memutar kursi rodanya lalu membuka pintu. Di ambangnya, Kiko berdiri tegap, baru saja kembali menyelesaikan sebuah misi penting."Ada apa?!" ketus Jordan, matanya menyiratkan aura membunuh."Begini, Bos..." Kiko mencondongkan tubuhnya ke depan. Namun sekejap kemudian, gerakan Kiko terhenti kaku. Kedua pupil matanya memb
Last Updated : 2026-02-28 Read more