Share

Tiga Demigod Kuno

Penulis: Jimmy Chuu
last update Tanggal publikasi: 2026-01-07 18:32:33

"Jiwa Muda level delapan," pikir Rong Tian dengan keterkejutan yang semakin besar. "Dan usianya... paling tidak enam ratus delapan puluh tahun! Bagaimana mungkin dia masih hidup?!"

Sosok kedua, yang berada di kanan. Auranya seperti batu gunung yang kokoh, tidak bergerak, namun mengandung kekuatan eksplosif yang mengerikan. Otot-ototnya terlihat padat meskipun dia sudah sangat tua. Ini adalah aura seorang ahli bela diri fisik yang telah mencapai puncak.

"Jiwa Muda level delapan juga," lanjut Ron
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru dan penasaran
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Yang Mundur Justru Dijemput Langit

    Cahaya dunia lebih tinggi mulai menarik tubuh Jin Xuanwei. Ia tidak berteriak, tidak meminta tolong, dan tidak terlihat panik, hanya menatap Rong Tian dengan dingin seperti seseorang yang memahami bahwa panggung berikutnya telah terbuka lebih cepat dari rencana siapa pun.Rong Tian bergerak hendak mengejar, tetapi Cermin Sutra Ruang Waktu di dalam jiwanya bergetar begitu keras sampai garis perak di udara berubah tajam seperti bilah. Di atas Gunung Xuandu, cahaya itu menarik Jubah Perak semakin jauh, sementara di bawahnya ribuan saksi saling memandang dengan pertanyaan yang sama, mengapa orang yang baru saja terdorong mundur justru menjadi yang pertama diambil langit?Kepergian Jubah Perak tidak melahirkan sorak-sorai di Gunung Xuandu. Yang tersisa adalah pelataran retak, lonceng gunung yang pecah di salah satu sudut atap, murid-murid lemah yang pingsan karena residu pusaka, dan Tentara Serigala Perak yang berdiri bingung di bawah panji merek

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Setengah Langkah yang Mengguncang Benua Longhai

    Kalung Bintang Pemusnah memberi satu denyut daya tembus. Rong Tian menahannya agar tidak menjadi ledakan, hanya membiarkan satu titik tekanan masuk ke pusat langkah Jin Xuanwei, tepat pada saat Sepatu Jejak Langit hendak memotong jarak berikutnya.Cahaya emas memekik di udara. Bau logam terbakar menyebar, membuat beberapa prajurit menutup hidung, dan panji serigala di bawah tangga berhenti berkibar seolah kain itu sendiri takut mengganggu benturan dua kekuatan.Tekanan balik dari Istana Pedang memaksa Jin Xuanwei menggeser kaki setengah langkah ke belakang, dan gerak kecil itu langsung membuat garis perak Sepatu Jejak Langit bergetar di udara. Ribuan mata di Gunung Xuandu menangkapnya serempak, dari murid kecil yang masih gemetar di sisi tangga sampai prajurit Tentara Serigala Perak yang menggenggam tombak dengan tangan basah oleh keringat.Beberapa orang yang sejak tadi berlutut tanpa berani mengangkat kepala akhirnya m

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Istana Pedang Menahan Langit

    Gerbang pertama retak dari sisi atas. Suara retaknya terdengar panjang, membuat beberapa murid sekte kecil menekuk bahu seolah tulang mereka ikut dirayapi patahan.Jubah Bumi Bergetar di tubuh Rong Tian menyerap getaran itu dan menyalurkannya ke batu pelataran. Retakan yang sempat merambat ke arah saksi berhenti beberapa jengkal dari kaki seorang murid Biara Tiantai, membuat anak muda itu jatuh terduduk dengan wajah kosong.Lonceng Jiwa Senyap berdenting halus di kedalaman Rong Tian, menahan gelombang jiwa yang ikut dibakar Api Nirwana. Pada saat yang sama, Kalung Bintang Pemusnah di dadanya berdenyut seperti langit malam yang ingin pecah, tetapi jari Rong Tian menekannya sebelum cahaya bintang itu naik penuh dan menyeret para saksi lemah ke dalam ledakan balasan.“Dia masih menahan diri,” bisik murid Akademi Linchuan dengan bibir kering.Murid di sebelahnya menggenggam lengan sendiri. &l

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Hukum Dunia Retak di Gunung Xuandu

    Gunung Xuandu sudah kehilangan ketenangan lamanya ketika cahaya merah keemasan di tangan Kaisar Jin Xuanwei mulai membuka napas. Batu pelataran retak dari tangga utama sampai pilar tua, murid-murid Sekte Gunung Xuandu dibawa turun oleh biksu Biara Tiantai, sementara Tentara Serigala Perak berdiri kaku di bawah panji yang warnanya tampak pucat di antara kabut.Biksu Mingyuan duduk bersila di sisi pelataran, tasbih kayunya bergerak tanpa henti di antara jari-jari tua yang mulai memutih. Setiap butir tasbih yang saling menyentuh terdengar seperti bunyi tulang kecil, menahan gelombang panas dari Sarung Tangan Api Nirwana agar murid-murid lemah tidak langsung terseret ke dalam tekanan dua Abadi.Chen Shouyi berdiri tidak jauh dari sana, kuasnya tergantung di atas lembar bambu. Ia ingin mencatat, tetapi tinta di ujung kuas mulai mengering oleh panas qi yang merayap di udara, meninggalkan kerak tipis sebelum satu kalimat pun selesai.Di tepi tangga bawah, prajurit muda Tentara Serigala Perak

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Istana Pedang Menahan Hukum Pemusnah

    Benturan pertama tertahan di antara dua hukum, menekan ruang sampai rambut para saksi bergerak mundur dan tepi lengan jubah mereka menempel ke tubuh. Bau batu panas naik dari retakan lantai, bercampur dengan getah pinus yang pecah dari batang tua di sisi pelataran.Di lantai pelataran, retakan memanjang dari titik benturan sampai pilar batu paling dekat. Garis itu berhenti tepat sebelum mencapai kaki seorang murid kecil, seolah kehendak pedang Rong Tian sengaja menutup jalannya di sana.Murid itu menatap retakan di depan sepatunya. Wajahnya kehilangan warna, dan untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengerti bahwa satu tebasan Abadi bukan sesuatu yang bisa dibicarakan dengan bahasa ujian sekte.Di antara para saksi, beberapa orang yang dulu meragukan Rong Tian kini tidak lagi berani mengangkat wajah terlalu tinggi. Mereka pernah mengira Tuan Jubah Putih hanyalah orang luar yang pandai mempermalukan sekte kecil, tabib, for

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang Emas Membelah Kabut Gunung

    Chen Shouyi menurunkan kuas ke lembar catatan baru, tetapi tangannya berhenti sesaat sebelum tinta menyentuh bambu. Ia memandang orang-orang yang masih berlutut, lalu mereka yang berdiri dengan ragu, dan akhirnya menulis perlahan bahwa Dewa Perak tidak kehilangan kekuatan, tetapi hari ini jarak sucinya mulai retak di depan banyak saksi.Zhang Qingshan membaca perubahan itu dari wajah para murid Sekte Gunung Xuandu. Sebagian masih gemetar di bawah tekanan cahaya perak, sebagian terpaku pada Rong Tian yang tidak menunduk, dan beberapa mulai memahami bahwa arena di depan mereka tidak lagi sepenuhnya milik satu sekte, satu kekaisaran, atau satu hukum lama.Jin Xuanwei juga melihat perubahan kecil itu. Tatapannya berhenti lebih lama pada Rong Tian, lalu suaranya turun dengan ketenangan yang membuat para saksi di bawah tangga kembali menahan napas. “Kau membuat saksi terlalu banyak.”“Agar dunia punya cukup m

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lentera Jiwa Yang Mati

    Rong Tian berdiri beberapa langkah dari perempuan itu, menatapnya dengan tatapan datar.Perempuan itu terdiam sebentar. Ada jejak keraguan di matanya. Keraguan yang dalam. Siapa pemuda ini? Bagaimana ia bisa membunuh lima kultivator tingkat Jiwa Muda dalam sekejap? Dengan pedang kayu?Tapi ia harus

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Perintah dari Menara Hitam

    Hei Zongyuan berbaring di ranjang itu dengan napas yang masih terengah-engah, dadanya naik turun perlahan.Kehangatan tubuh Yin Meili masih terasa di sampingnya, aroma manisnya bercampur dengan keringat, sebuah jejak dari keintiman yang baru saja mereka bagi. Pria itu baru saja selesai bercinta den

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Neraka di Dataran Hitam

    Beberapa anak panah menembus kepala, dari dahi hingga belakang tengkorak para penyerang.Jleb! Bunyi anak panah saat menusuk organ-organ pemanah.Otak berhamburan, darah dan serpihan tulang beterbangan, membasahi udara dengan cairan kental. Yang terkena bahkan tidak sempat berteriak, hanya suara uh

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Rembulan Merah di Jing Hu

    Angin malam berhembus keras di sekitar Danau Jing Hu. Dedalu bergoyang hebat, daun-daunnya berkepak seperti bendera lusuh. Suara gemerisik bergema di seluruh bibir danau, menciptakan alunan yang terdengar seperti lagu kelam.Rembulan penuh telah naik tinggi di langit, menyinari permukaan danau deng

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status