“Dengar… aku bisa jelaskan.”Suara Diana terdengar pelan namun tergesa. Matanya menatap Arthur cemas, jari-jarinya refleks menggenggam ujung lengan hanfu-nya sendiri. Ia takut. Bukan takut pada Arthur sebagai seorang pria, melainkan takut pada kesalahpahaman—takut kata-kata Harsa barusan, atau bahkan tamparan itu, akan dilihat Arthur dari sudut yang salah.Arthur tidak segera menjawab.Tatapan pria itu datar, terlalu tenang hingga membuat jantung Diana semakin berdegup tak menentu. Diana membuka mulut lagi, hendak menambahkan penjelasan, ketika tiba-tiba—Arthur menarik lengannya.Gerakannya cepat namun tidak kasar. Tubuh Diana terhuyung satu langkah sebelum akhirnya jatuh ke dalam pelukan Arthur. Aroma khas pria itu langsung menyergap indra penciumannya—bau besi pedang, kayu, dan sesuatu yang hangat, menenangkan.Belum sempat Diana bereaksi, Arthur menunduk dan mengecup ubun-ubun kepalanya.Sebuah kecupan ringan, singkat, namun sarat makna.Embun yang berdiri tak jauh dari mereka t
Terakhir Diperbarui : 2026-02-16 Baca selengkapnya