Aula utama Kekaisaran berdiri megah dengan pilar-pilar tinggi berukir naga emas yang melilit hingga ke langit-langit. Lantai marmernya berkilau, memantulkan bayangan para pejabat yang berbaris sesuai tingkatan mereka. Namun semegah apa pun ruangan itu, hari ini udara di dalamnya terasa berat—seolah setiap orang menahan napas yang sama.Di atas singgasana naga, Kaisar duduk tegap mengenakan jubah emas bersulam naga lima cakar. Mahkota kebesarannya memancarkan wibawa yang tak terbantahkan. Sorot matanya tajam, memerhatikan barisan pejabat di hadapannya.Di sisi kiri singgasana, berdiri Arthur di barisan paling depan. Posturnya lurus, wajahnya tenang, nyaris tanpa ekspresi. Tepat di belakangnya berdiri Perdana Menteri Mahen, dengan tatapan waspada yang tidak pernah lengah.Di sisi kanan singgasana, Harsa berdiri di posisi terdepan. Tatapannya lurus ke depan, wajahnya tenang, namun rahangnya sedikit mengeras. Tepat di belakangnya berdiri Alon, senyum tipis yang sulit diartikan selalu
Read more