Dua ribu prajurit Tachi Norvenia dengan zirah hitam mereka membentuk pagar betis yang kokoh, sementara seribu prajurit Delore di bawah pimpinan Alon tampak waspada dengan tangan tak lepas dari gagang pedang. Di tengah pusaran militer itu, sebuah drama personal tengah berlangsung dengan intensitas yang tak kalah mematikan.Denada, yang sejak tadi terabaikan, melangkah maju dengan ragu. Pakaian putihnya yang sederhana berkibar ditiup angin pegunungan. Ia mencoba mendekati Alon, pria yang secara resmi adalah suaminya, namun sorot mata Alon yang jatuh padanya benar-benar hampa. Alon hanya meliriknya sekilas dengan tatapan dingin yang seolah menganggap Denada hanyalah bagian dari dekorasi kuil yang tak bermakna. Tidak ada sambutan, tidak ada pertanyaan tentang kondisinya, apalagi sebuah pelukan hangat.Di sisi lain, Arthur dan Diana seolah berada dalam gelembung mereka sendiri. Arthur tetap mendekap pinggang Diana, memastikan istrinya itu tetap hangat dan stabil di sisinya. Pria itu s
Read more