Arthur membuka kedua matanya perlahan, napasnya masih berat dan terputus-putus. Cahaya lembut dari jendela menerpa dinding kamar, membiaskan bayangan halus yang bergeser pelan setiap kali angin dingin malam menerobos celah tirai. Helaan napas laki-laki itu terdengar kasar, tenggorokannya kering seakan baru melewati pertempuran panjang yang menguras habis semua tenaganya. Tubuhnya terasa lemah, tetapi sesuatu yang lain—sesuatu yang halus dan hangat—mengalir di sepanjang nadi yang sebelumnya seolah terikat racun.Dengan usaha, Arthur perlahan mengangkat tangannya, menekan sisi ranjang, lalu mengubah posisi hingga duduk bersandar. Begitu bahunya bergeser, rasa nyeri liar menikam hebat seperti puluhan jarum yang ditancapkan bersamaan ke dalam luka yang masih basah.“Argh…”Desis tertahan itu lolos juga, meski ia berusaha menahan diri.Keningnya berkerut tegang. Ia memejamkan mata sejenak, menunggu rasa sakit itu mereda sedikit. Saat rasa panas berdenyut pada bahunya berangsur mereda,
Last Updated : 2025-12-01 Read more