“Alon… kau tidak percaya padaku?”Suara Isabella terdengar lirih, nyaris tenggelam oleh keheningan ruangan yang kini hanya mereka tempati berdua. Harsa telah pergi sejak beberapa saat lalu, meninggalkan udara yang terasa lebih pengap, seolah emosi yang tertahan tadi belum benar-benar sirna.Alon berdiri mematung sesaat, seakan baru tersadar dari pusaran pikirannya sendiri. Tatapan pria itu sempat kosong, lalu perlahan beralih ke arah Isabella yang menatapnya dengan mata sedikit memerah, campuran antara marah, takut, dan kecewa.Tanpa berkata apa pun, Alon melangkah mendekat dan memeluk Isabella. Lengannya melingkar di bahu wanita itu, satu tangannya mengusap lembut kepala Isabella dengan gerakan menenangkan, seperti yang biasa ia lakukan setiap kali Isabella merasa tidak aman.“Aku…” Alon menghela napas pelan sebelum melanjutkan, “bukan tidak mempercayaimu. Hanya saja bentuk kejadiannya terlihat jelas oleh Putra Mahkota dan Pangeran Kedua.”Isabella menggertakkan giginya kesal. Tan
Last Updated : 2026-01-09 Read more