“Jika kau ingin pergi, katakan saja itu keinginanmu.” Dyall berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Tidak perlu menyalahkan anak kita untuk itu.”Ruangan itu kembali menjadi sunyi. Cahaya siang masih masuk melalui jendela besar di belakang meja kerja kaisar. Dan di tengah ruangan itu, Elyse berdiri menghadapi Dyall dengan keinginan yang perlahan semakin jelas di dalam hatinya.Ruangan kerja itu mendadak terasa lebih tegang dari sebelumnya.Dyall masih berdiri di depan Elyse, sementara Elyse menatapnya dengan wajah yang mulai menunjukkan ketidaksabaran. Keinginan untuk pergi ke mansion Leclair sudah terlanjur muncul di dalam kepalanya, dan semakin Dyall menahannya, semakin kuat pula keinginannya itu.“Aku ingin pergi,” ulang Elyse, kali ini dengan nada yang lebih keras.Dyall menghela napas pelan. “Elyse,” katanya tenang, mencoba tetap sabar. “Kau masih sakit.”Ia melirik sekilas ke perut Elyse sebelum kembali menatap wajahnya. “Jika kau ingin bertemu keluargamu, biarkan saja mereka yan
Read more