Elyse mengangguk tanpa ragu.“Baik.”Jawabannya singkat, namun tegas, seolah ia benar-benar sudah memutuskan dan tidak berniat menarik kembali kata-katanya.Viona mendengus pelan. Meski begitu, di sudut bibirnya tampak bayangan senyum kecil yang hampir tidak terlihat.“Jika nanti ada yang berpikir aku benar-benar ingin menemui Jester,” katanya sambil menatap Elyse dengan ekspresi setengah kesal, “aku akan menyalahkanmu sepenuhnya.”Elyse hampir tersenyum mendengar itu.Bukan senyum yang jelas hanya sedikit lengkungan di sudut bibirnya, begitu halus hingga hampir tidak terlihat.“Tidak akan terjadi apa-apa.”Jawaban itu keluar begitu tenang, seolah ia benar-benar yakin dengan apa yang ia katakan. Viona langsung memutar bola matanya.“Kau selalu mengatakan itu,” gumamnya. “Biasanya tepat sebelum sesuatu benar-benar terjadi.”Namun meskipun masih mengeluh pelan, ia tetap berbalik dan mulai berjalan menuju pintu.Langkahnya ringan, gaunnya bergerak lembut mengikuti gerakan tubuhnya.Elyse
Read more