Elyse tersenyum kecil setelah mendengar penjelasan Ector tentang orang tua mereka. Senyum itu tipis, seolah ia sendiri tidak terlalu memikirkan hal tersebut.“Mungkin saja,” katanya pelan. “Bisa jadi mereka memang sedang memiliki urusan.”Namun setelah itu ia tidak melanjutkan pembicaraan. Ada sesuatu yang terasa sedikit ganjil di pikirannya, meskipun ia sendiri belum bisa memastikan apa sebenarnya yang mengganggunya.Di depannya, Ector akhirnya menarik sebuah kursi dan duduk. Gerakannya sedikit berat, tanda jelas bahwa perjalanan yang ia tempuh ke istana tidaklah singkat. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu menatap Elyse dengan lebih serius.Beberapa saat ia hanya diam, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. “Jadi,” akhirnya ia berkata, “apa rencanamu selanjutnya?”Elyse mengernyit sedikit. “Apa maksudmu?”Ector menghela napas pelan. “Aku mendengar sesuatu,” katanya. “Katanya kau bahkan bertemu dengan Jester.” Nama itu membuat Elyse langsung memahami arah pembicaraan mereka.
Read more