Sejak Elyse pingsan, suasana istana berubah drastis.Malam itu lampu di kamar sang ratu tidak pernah benar-benar dipadamkan. Para pelayan berjaga di lorong dengan wajah tegang, sementara di dalam kamar hanya beberapa orang yang diizinkan tingga para dokter istana, Michelle, Greta, dan Dyall sendiri.Elyse terbaring di tempat tidurnya dengan wajah pucat. Napasnya tenang, denyut nadinya stabil, tetapi matanya tetap tertutup. Setiap beberapa saat dokter memeriksa kondisinya, sementara Michelle mengganti kain basah di keningnya.Namun satu hal tidak berubah.Elyse tidak bangun.Dyall hampir tidak meninggalkan sisi tempat tidur itu sepanjang malam. Ia duduk di kursi di samping ranjang, sesekali menyentuh tangan Elyse, seolah memastikan wanita itu benar-benar masih ada di sana.Ketika cahaya pagi mulai masuk melalui tirai jendela, kegelisahan di dalam ruangan itu semakin terasa.Elyse masih belum sadar.Dyall akhirnya berdiri dari kursinya. Ia menatap para dokter istana yang sedang memeriks
Read more