Sore itu, setelah percakapannya dengan kaisar berakhir, aula pertemuan kembali menjadi sunyi.Dyall telah pergi lebih dahulu. Langkahnya yang tenang dan pasti menghilang di balik pintu besar istana, meninggalkan gema yang perlahan mereda di ruangan luas itu. Jester masih berdiri di tempatnya beberapa saat, tidak segera bergerak.Cahaya senja masuk dari jendela tinggi, memantulkan warna keemasan di lantai marmer. Di tengah ruangan yang hampir kosong itu, Jester menurunkan pandangannya, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Percakapan barusan terus berputar di kepalanya.Tentang Elyse, tentang masa lalu yang pernah begitu dekat dengannya dan tentang sesuatu yang dulu hampir menjadi masa depannya.Ia menghela napas pelan.Pada akhirnya, ada satu hal yang semakin jelas di dalam hatinya sebuah kenyataan yang sebenarnya sudah lama ia ketahui, hanya saja tidak pernah ia ucapkan dengan jujur pada dirinya sendiri.Ia tidak bisa memiliki Elyse lagi.Bukan karena Dyall melarangnya. Bukan pula kare
Read more