Festival di ibu kota tetap berlangsung meriah meskipun tanpa kehadiran kaisar dan ratu. Musik, tawa, dan cahaya lampion memenuhi malam, seolah tidak ada satu pun ketegangan yang sempat terjadi sebelumnya. Namun suasana itu tidak sepenuhnya sampai ke Kastil Bristov.Kereta berhenti di halaman utama, dan para pelayan segera menyambut dengan sikap hormat. Jester turun lebih dulu, lalu membantu Azalea menyusul di belakangnya. Langkah mereka tenang, namun baru saja melewati ambang pintu, keduanya sudah disambut oleh sosok yang berdiri menunggu di dalam.Ivanka.Ia tidak bergerak dari tempatnya, namun tatapannya jelas tertuju pada mereka berdua, terutama pada Azalea. Sorot matanya tidak menyembunyikan apa pun. Ada kecemburuan di sana, dan sesuatu yang lebih tajam dari sekadar perasaan itu.Tanpa menunggu, Ivanka melangkah mendekat.“Jester,” panggilnya, suaranya lembut namun mengandung nada yang seolah menuntut, “kau tidak mengajakku menonton festival.”Jester menatapnya sekilas, ekspresiny
Read more