Kalimat itu diucapkan dengan tenang.Tidak ada kegugupan yang berlebihan, tidak pula nada menggoda yang terang-terangan. Justru karena itu, pertanyaan Azalea terasa jauh lebih nyata lebih tegas, seolah ia tidak sekadar bertanya, melainkan menyampaikan sesuatu yang memang penting baginya.Jester menatapnya.Beberapa detik berlalu tanpa suara.Tatapan itu tidak berpaling, seakan ia benar-benar ingin memastikan bahwa ia memahami maksud di balik kata-kata tersebut.“Tentu saja tidak,” jawabnya akhirnya.Nada suaranya tetap seperti biasa tenang, terkendali, tidak menunjukkan gejolak apa pun.“Namun yang lebih penting sekarang adalah kesehatanmu.”Jawaban itu masuk akal.Bahkan terlalu masuk akal.Namun di balik itu, ada sesuatu yang terasa seperti batas yang sengaja ia jaga. Seolah ia tidak ingin terburu, meskipun ia tahu betul bahwa malam pertama bukan sekadar tradisi melainkan simbol kehormatan.Azalea tidak langsung menanggapi.Ia hanya menatap Jester dalam diam, lalu perlahan, senyum t
Read more