Hari keberangkatan itu akhirnya tiba.Halaman kastil dipenuhi kesibukan sejak pagi. Para pengawal telah bersiap dengan perlengkapan mereka, para pelayan mengangkut peti dan barang ke dalam kereta, sementara kuda-kuda yang akan membawa rombongan berdiri tegap, sesekali menghentakkan kaki mereka ke tanah.Di tengah semua itu, Jester berdiri dengan tenang.Jubah perjalanannya sudah terpasang rapi, wajahnya kembali pada ekspresi yang biasa tenang, sulit dibaca, seolah tidak ada yang mengganggu pikirannya.Namun di balik itu, ada sesuatu yang belum sepenuhnya selesai.Seraphina berdiri tidak jauh darinya, memperhatikan persiapan terakhir sebelum keberangkatan. Tatapannya beralih pada Jester, menilai dengan diam sebelum akhirnya membuka suara.“Kau yakin kaisar akan mendampingimu bertemu dengan Kaisar Legilos?”Jester tidak langsung menjawab. Ia sempat menoleh ke arah kereta yang telah siap, lalu kembali menatap ke depan.“Kaisar berjanji akan ikut,” ucapnya akhirnya. “Aku harap itu bukan
Read more