Bab 51: Sangkar EmasMobil yang dikendarai Bima akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang hitam menjulang. Ini bukan sekadar rumah, melainkan sebuah kompleks hunian mewah dengan keamanan ketat, dikelilingi taman asri yang tertata rapi.Aku menelan ludah, memandang bangunan bergaya minimalis modern di depan kami dengan perasaan hampa. Terasa dingin, sepi, dan asing.Tidak ada rasa senang sedikitpun saat melihat kemegahan dan kemewahan rumah ini. Aku lebih menyukai kamar kosku yang sempit, namun ada tawa Vina yang menemaniku setiap malam, saat gadis itu sudah pulang kerja. Kami juga sering melewatkan makan malam bersama, terkadang aku masak sendiri, tapi seringkali Vina juga membawa makanan dari luar.Makan malam yang selalu terlambat, karena aku pulang di atas pukul 08.00 malam, meski sebenarnya Melvin mempersilahkanku untuk pulang sesukaku. Aku tak tega, apalagi jika akhir pekan. Aku kadang harus pulang di jam 09.00 malam.Diam-diam tangan ini mengepal, jika teringat ucapan Bima saat
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-09 อ่านเพิ่มเติม