Bab 32Sebuah kamar sempit berukuran 3x3 meter dengan area dapur di dalam sudah cukup membuatku merasa lebih baik, meskipun tempat ini jauh dari kata mewah. Tapi hatiku terasa lebih tenang, karena aku merasa bebas, tidak ada lagi mata yang selalu mengawasiku, seperti saat aku masih berada di rumah yang dulu. Ya, dari awal aku tahu jika bi Darmi itu adalah mata-matanya Chintya.Mantan ibu mertuaku itu sendiri menikah dengan Hendrawan karena perjodohan, pernikahan mereka murni karena bisnis, dan karakter Bima terbentuk dari sana.Sudahlah. Itu masa lalu. Kini saatnya aku menyongsong masa depan dengan janin yang berada di perutku."Mbak sendirian saja?" tegur penghuni kamar sebelah. Namanya Vina, usianya mungkin sebaya denganku, tapi dia masih lajang."Iya, kebetulan aku tinggal sendirian.""Suaminya ke mana? Maaf kalau pertanyaan saya agak menyinggung...." Perempuan itu buru-buru menangkupkan tangan di dadanya. Mungkin dia merasa nggak enak, belum apa-apa udah tanya urusan pribadi ora
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-15 อ่านเพิ่มเติม