Compartilhar

BAB 48

Autor: Rainina
last update Data de publicação: 2025-12-18 17:28:23

"Apa yang kuinginkan?" ulang Julian, seolah menimbang pertanyaan itu. Ia terdiam sejenak, tatapannya menyapu wajah Adriana dengan begitu serius. "Entahlah. Aku masih memikirkannya."

"Maaf?" Adriana mengerjap, tidak mengerti sebenarnya ke mana arah pembicaraan pria itu.

"Kubilang, aku masih berpikir."

Tangan Julian yang semula bertumpu pada mobil Adriana kini perlahan turun, terulur menuju pipi Adriana. Refleks, tubuh Adriana menegang dan ia segera memalingkan wajahnya. Gerakan menghindar itu me
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 316

    Mendengar deklarasi yang begitu tiba-tiba dan penuh keyakinan dari bibir Evelyn, Adriana terdiam karena kaget.Wanita itu membuka mulutnya, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun kembali menutupnya. Otaknya berusaha memproses perubahan drastis ini. Selama beberapa minggu, rumah ini menjadi saksi bisu betapa dingin dan kacaunya hubungan Evelyn dan suaminya. Namun kini, menatap binar mata anak tirinya yang begitu hidup dan penuh tekad, keraguan di hati Adriana menguap."Kau... sudah berbaikan dengan Davian?" tanya Adriana akhirnya, suaranya melembut, memancarkan kelegaan yang tulus.Sebuah senyuman yang luar biasa lebar, merekah di bibir Evelyn."Ya..." jawab Evelyn, rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya yang sedikit kelelahan. "Kami sudah membicarakan. Banyak hal yang terjadi, dan aku tahu ada banyak yang harus aku tebus pada Davian. Tapi... kami ingin memulai semuanya dari awal."Adriana mengangguk pelan. Sebuah senyum tipis ikut terukir di bibirnya. Sebagai seseorang yang j

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 315

    Mendengar suara suaminya yang bergetar penuh penyesalan, sisa-sisa amarah dan ego di dalam dada Adriana runtuh seutuhnya. Rasa hangat perlahan mengalir, menggantikan kecemasan yang sejak tadi menggerogotinya.Adriana menghela napas panjang. Ia menggeser posisinya, membiarkan Victor menyandarkan kepala dengan nyaman di pelukannya, sementara tangannya yang bebas membelai rambut hitam pria itu dengan kelembutan yang luar biasa."Sudahlah." bisik Adriana, suaranya mengalun tenang di tengah ruangan yang remang-remang itu. "Aku juga minta maaf, Victor. Sepertinya aku juga bereaksi berlebihan sore tadi. Aku hanya... terlalu lelah dan emosional mendengar gosip kotor itu."Pengakuan Adriana itu seolah menjadi obat penawar rasa sakit yang paling manjur bagi Victor. Pria itu mengeratkan pelukannya di pinggang Adriana selama beberapa detik, menghirup aroma istrinya dalam-dalam, sebelum akhirnya seluruh otot di tubuhnya benar-benar rileks. Beban pikiran yang memaksanya menenggak alkohol telah

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 314

    Hembusan angin malam yang dingin menyapu tubuh Adriana saat ia turun dari taksi di depan pelataran gedung Sterling Industries. Tanpa membuang waktu, kakinya yang masih dibalut sepatu hak tinggi melangkah cepat memasuki lobi yang kini terasa lengang."Apa Tuan Sterling masih di atas?" tanya Adriana tanpa basa-basi pada dua petugas keamanan yang berjaga di pintu Lobby.Kedua petugas itu sedikit terkejut melihat sang Asisten yang menjadi pusat perhatian sore tadi kini kembali ke kantor. "Benar, Nona. Tuan Victor belum turun sejak tadi dan mobilnya masih ada di tempat parkir khusus."Mendapat jawaban itu, Adriana segera bergegas menuju lift eksekutif. Sepanjang perjalanan naik ke lantai teratas, ia meremas tali tas tangannya. Rasa kesalnya sudah menguap entah ke mana, digantikan oleh rasa cemas dan bersalah yang mencubit nuraninya.Sementara itu, di dalam ruangan CEO yang temaram, Clara menolak untuk menyerah. Melihat Victor yang berjalan sempoyongan dan nyaris kehilangan keseimbanganny

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 313

    Denting halus dari perpaduan alat makan perak dan piring porselen terdengar mengalun lembut diiringi alunan musik jazz di restoran mewah tersebut. Di salah satu meja sudut yang tertutup dari pandangan publik, Adriana duduk berhadapan dengan seorang teman lamanya.Namun, alih-alih menikmati hidangan di hadapannya, perhatian Adriana sepenuhnya tersita oleh layar ponsel di tangannya.[Apa Victor sudah makan malam?]Ibu jari Adriana ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya menekan tombol kirim. Pesan singkat itu meluncur ke nomor kepala pelayan di kediaman utama Sterling.Sejujurnya, setelah insiden memalukan di lobi tadi sore, ego Adriana masih terluka. Ia sengaja melarikan diri, menolak panggilan suaminya, dan berniat mendiamkan Victor malam ini agar pria arogan itu menyadari bahwa Adriana sama sekali tidak menyukai cara impulsifnya. Tapi pada akhirnya, cinta dan kepedulian mengalahkan ego dan keras kepalanya.Adriana sangat mengenal suaminya. Victor adalah pria gila kerja yang sering kali

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 312

    Melihat dada Victor yang kembali bergerak naik turun secara teratur, Clara menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan senyuman penuh kemenangan yang nyaris meledak di wajahnya. Pria ini benar-benar sudah tak berdaya di bawah pengaruh alkohol. Kesempatan ini terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja.Dengan rasa percaya diri yang kembali memuncak, Clara mencondongkan tubuhnya lebih dekat. Tangannya yang sempat terhenti kini kembali terulur. Ia menyentuh rahang kokoh Victor, membiarkan ujung jemarinya membelai pelan pipi pria itu dengan lembut.Namun, kali ini sentuhannya membawa reaksi yang sama sekali tidak ia duga.Tepat ketika ujung jari Clara mengusap tulang pipinya, kelopak mata Victor tiba-tiba terbuka lebar.Pergerakan itu terjadi dengan sangat tiba-tiba. Mata Victor yang tadinya terpejam rapat kini menatap lurus ke depan. Clara tersentak hebat. Napasnya tercekat di tenggorokan, dan tubuhnya membeku seketika. Ia sama sekali tidak memiliki jeda waktu untuk menarik tangannya

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 311

    Suara bantingan pelan terdengar saat Victor melemparkan ponselnya ke atas meja kerjanya. Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, mengerang dengan rasa frustrasi yang luar biasa pekat hingga rasanya mencekik leher.Tindakan impulsif Victor di lobi tadi sore nyatanya justru menjadi bumerang yang menghantamnya telak. Hal yang ia kira dapat memberikan rasa aman dan membuat Adriana senang justru berbalik membuat istrinya itu marah besar. Tatapan kecewa dan penolakan mentah-mentah dari Adriana saat mendorong dadanya di depan publik terus berputar bagaikan kaset rusak di dalam kepalanya.Sejak kejadian itu, Adriana pergi entah ke mana. Wanita itu langsung meninggalkan gedung, menolak pulang ke kediaman mereka, dan hanya mengirimkan satu pesan teks singkat yang menggores harga diri Victor: [Aku butuh waktu untuk menenangkan diri]Victor telah mencoba meneleponnya belasan kali, namun setiap panggilannya selalu berakhir dengan penolakan. Operator otomatis yang berulang kali menjawab panggi

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 36

    Malam itu, Julian akhirnya mengantarkan Evelyn pulang menggunakan mobil sport hitamnya yang membelah keheningan malam kota."Kau yakin ingin pulang?" tanya Julian pelan saat gerbang megah kediaman Sterling mulai terlihat dari kejauhan. Matanya melirik Evelyn sekilas, menyiratkan tawaran yang jelas

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 38

    Sial, apa sampai sini saja? Adriana membatin. Victor bukan orang bodoh. Pria itu akan langsung menghubungkan titik-titik itu jika seseorang mengirimkan foto Darren padanya.Adriana menelan ludah, tenggorokannya terasa kering. Ia harus memastikan sejauh mana Victor tahu."Lalu... bagaimana?" tanya

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 24

    Jarum jam dinding digital di ruangan itu menunjukkan pukul sepuluh malam lewat lima belas menit ketika Adriana akhirnya meletakkan pena di atas meja.Ia menghela napas panjang, merenggangkan punggungnya yang terasa kaku. Adriana berhasil menyelesaikan dokumen terakhir itu satu jam setelah Davian me

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 22

    “Laporan keuangan kuartal pertama yang Anda minta, Tuan,” ucap Adriana sambil meletakkan map tebal berwarna biru tepat di samping tangan Victor.“Hm.”Hanya itu. Hanya sebuah gumaman singkat, Victor bahkan tidak repot-repot mengangkat kepalanya untuk melihat Adriana. Matanya tetap terpaku pada laya

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status