"Aduh... sakit banget... kayaknya ucapan Dikta waktu itu benar, seharusnya aku diinfus dan istirahat total," rintih Freya dengan suara yang dibuat selemah mungkin. Perlahan dia merosot ke rumput, duduk bersimpuh sambil terus memegangi kepalanya, pura-pura tidak bisa melihat dengan jelas.Melihat wajah Freya yang tampak kesakitan, Arya sedikit goyah. Dia menggerutu dalam hati, merasa kesal karena terusik oleh pemandangan wanita di depannya itu."Ck, nyusahin aja," gumam Arya. Dia melangkah mendekat dengan enggan, lalu berjongkok di depan Freya. "Hei, bangun. Jangan sampai kamu pingsan di sini, nanti Kakek mengira aku yang menyiksamu."Freya sedikit melirik dari balik celah jarinya, melihat wajah Arya yang kini berada sangat dekat dengannya."Gak bisa bangun... badanku lemas banget," bisik Freya dengan nada manja. "Kayaknya aku harus menginap di sini... aku gak kuat kalau harus pulang sendirian ke Jogja dalam kondisi begini."Alis Arya terangkat sebelah. Menyadari ada sesuatu yang salah
続きを読む