Happy Reading*****Si nenek tertawa lepas, demikian juga dengan para pengawal yang dibawanya. Mereka semua menertawakan Cakra. "Bukankah kalau kita menikah, panggilan itu akan terdengar sangat manis. Bisa menambah kemesraan." Si nenek memainkan alisnya, naik-turun. Sengaja menggoda lelaki matang di depannya. Mungkin, di mata si nenek Cakra sangat menggemaskan. Apalagi jika lelaki itu sedang cemberut seperti sekarang. Pesona si lelaki terlihat sangat menggoda. "Gimana? Aku tetap panggil kamu sayang saja, ya?""Stop!" ucap Cakra keras. Tangan kanannya terangkat, menghentikan perkataan si nenek. "Nggak perlu berpikiran terlalu jauh. Kita nggak bisa sama-sama apalagi menjadi pasangan. Duh, Nek. Buang jauh-jauh pikiran itu, deh.""Hmm, kenapa, sih, kamu selalu menolak keinginanku? Padahal wajar ... wajar saja kalau kita menikah nantinya." Si nenek kembali memainkan kedua alisnya. Kini, dia bahkan menyeret Cakra supaya kembali duduk. Ada hal serius yang ingin disampaikan. "Apa, sih, Ne
Last Updated : 2025-12-24 Read more