Happy Reading*****Cakra merasa di atas awan saat ini. Menang berlipat-lipat hingga ingin berteriak supaya semua orang tahu jika dia sudah bisa menaklukkan ratu pemilik mall tersebut. Ketika si nenek terus terbahak mendengar semua ucapannya tadi, Ari diam mematung. Mukanya merah seperti terbakar, sedangkan Cakra melanjutkan menghabiskan makanannya. "Aku permisi. Rasanya, semua urusan kita sudah selesai, perutku juga sudah kenyang. Terpenting lagi, jam istirahat sudah habis. Aku nggak mau dikatakan karyawan yang makan gaji buta," ucap Cakra setelah melirik arlojinya. Semua makanan di piringnya, memang sudah habis. Bersih tak bersisa. Setelah berkata demikian, Cakra menatap Ari dengan senyum genit. "Gimana tawaran saya tadi, Bu? Saya kasih waktu, deh. Biar Ibu nggak bimbang. Tapi, jangan lama-lama, ya, Bu. Takutnya, saya berubah pikiran," katanya sebelum benar-benar meninggalkan meja itu.Paling parah, Cakra mengedipkan sebelah mata. Setelahnya, dia segera berbalik meninggalkan dua
Last Updated : 2026-01-06 Read more