Happy Reading*****Kupu-kupu di tubuh lelaki berkulit sawo matang itu, beterbangan saat ini. Sungguh, mendengar nada kekhawatiran sang pujaan hati mampu menghilangkan sedikit rasa kesal yang tadi sempat hinggap. Cakra bahagia ketika Venya mengkhawatirkan dirinya seperti sekarang. "Mas, kok, diem, sih? Mas itu sakit apa?" tanya perempuan yang tadi menelepon Cakra. "Ya, Beb," sahut Cakra lemas dan terkesan manja. "Mas, kalau sakit periksa ke dokter, gih." "Nggak sakit fisik atau tubuh, Beb," jelas Cakra"Terus?""Mas, sakit hati. Ada orang yang nggak tahu terima kasih. Sudah aku tolong, malah terima kasihnya sama orang lain," adu Cakra pada kekasih mayanya."Eh, kok, bisa gitu? Jadi, Mas habis nolong orang, tapi orang itu malah ngucapin terima kasih ke orang lain?" tanya si cewek mengulang kalimat Cakar untuk memastikan kebenaran. "Aneh, sih kalau gitu.""Nggak tahu, dia itu emang orang paling aneh. Judesnya minta ampun," kata Cakra. Namun, entah mengapa, wajah ketakutan Ari muncu
Last Updated : 2026-01-01 Read more