"Cukup basa-basinya, Lia," potong Pak Adam sambil duduk di kursi utama. "Apa maumu?"Lia menatap Pak Adam, lalu beralih pada Wildan. "Aku hanya ingin keadilan, Pak Adam. Aku ingin dunia tahu bahwa editor kesayangan Anda ini telah mencuri aset intelektualku untuk diberikan kepada ... yah, istrinya yang 'berbakat' ini. … Aku punya kontraknya, aku punya draf aslinya. Aku menuntut pembatalan kontrak buku Meysa dan pengalihan seluruh royaltinya kepadaku sebagai kompensasi."Wildan maju selangkah, menumpukan kedua tangannya di meja rapat, menatap Lia dengan tatapan mematikan. "Kamu tahu persis dokumen itu palsu, Lia. Jangan bermain api denganku. Aku sudah cukup sabar melihatmu mengganggu Meysa.""Palsu?" Lia tertawa renyah. "Tanda tangan di sini sangat autentik, Wildan. Mungkin kamu lupa, dulu kamu sering menandatangani apa pun yang aku minta saat kita masih ... sangat dekat di hotel itu?"Meysa merasa dadanya sesak, namun ia teringat kata-kata Alya. Ia melangkah maju, berdiri di samping W
Last Updated : 2026-02-16 Read more