“Aaaa!” Meysa berteriak, tetapi karena ia masih lemas, suaranya tidak begitu nyaring, lebih seperti erangan terkejut yang tertahan. Netranya menangkap pemandangan paling privasi di akhir tahun ini! Dan parahnya, milik Wildan sedang keras dan berdiri tegak, memprotes keras pemisahan yang tiba-tiba itu.Meysa, dengan sisa-sisa tenaga, segera mendorong bahu Wildan, tangannya mendarat di kulitnya yang hangat, membuat kejutan listrik mengalir sejenak. “Wildan! Kamu! Dasar … Dasar kriminal! Cabul! Gila!” suaranya serak dan penuh makian, sebuah reaksi yang didorong oleh kepanikan, bukannya sadar sepenuhnya. Ia lupa bahwa ia baru saja pingsan, dan yang ia ingat hanyalah posisi yang sangat ambigu ini.Wildan, yang sama terkejutnya dengan Meysa, terkejut karena handuknya melorot, bukan karena Meysa pingsan. Ia buru-buru menarik handuk putihnya yang jatuh ke lantai dan mengenakannya lagi dengan gerakan cepat dan canggung. Wajahnya yang semula panik karena Meysa, kini memerah karena malu dan mara
Terakhir Diperbarui : 2025-12-03 Baca selengkapnya