“Bonus tahunanmu akan saya potong setengah.”Suara Jagara terdengar datar, tapi dinginnya cukup membuat Baim menelan ludah. Tangannya refleks menggenggam tablet lebih erat, sementara Raya masih berdiri kikuk di sisi ruangan, ragu untuk bergerak atau duduk, kehadirannya di ruang itu mendadak terasa seperti kesalahan waktu.“Katakan ada apa,” lanjut Jagara tanpa mengalihkan pandangan dari layar di depannya. “Kalau sampai kabar ini tidak penting—”“Nona Leah datang, Tuan,” potong Baim cepat, seolah ingin menyelamatkan sisa bonusnya. “Katanya… sudah ada janji dengan Tuan.”Dahi Jagara menaut. Ia mendongak perlahan. “Leah?”Belum sempat jawaban keluar, pintu ruangannya sudah terbuka tanpa ketukan.“Surprise!”Seorang perempuan melangkah masuk penuh percaya diri. Rambutnya lurus panjang, jatuh berkilau hingga punggung. Kulitnya eksotis dengan riasan tipis tapi mahal, dan parfum yang ia kenakan menyebar cepat, terasa manis, tajam, nyaris menyengat. Tanpa aba-aba, ia langsung menghampiri Jaga
Last Updated : 2026-02-01 Read more