Namun sepertinya, anak itu tidak mau pergi. Dia masih ingin melanjutkan membeli perlengkapan bayi untuk adik kecilnya. "Ayolah, Ma! Aku mohon, ya!" Melihat wajah anak kecil itu memelas, Marissa pun tidak tega. Ia segera melepaskan Mario dari pelukannya, lalu turun dari mobil. "Baiklah! Kali ini saja, ya! Ke depannya, Mama tidak akan pergi ke mana-mana! Mama akan menuruti semua ucapan dokter, jadi Mario jangan mengajak Mama ke mana pun lagi!" "Oke!" Anak itu pun setuju. Mario begitu senang bisa pergi bersama ibunya ke mal sambil berpegangan tangan. Ia juga senang bisa jalan-jalan walau hanya pergi ke toko perlengkapan bayi. "Akhirnya, aku bisa bersama Mama lagi!" Ini sudah sangat lama setelah Marissa dibawa oleh Darius ke kota itu, Mario tidak pernah bisa pergi dengan ibunya karena wanita itu terus mengurung diri di dalam kamar. Jangankan diajak pergi ke luar, makan bersama di meja makan pun, Marissa selalu menolak. Baru kali ini ia bisa bersikap tenang, tanpa ada emosi sedih la
Read more