Di ruangan pribadi milik Jimy, Marissa berdiri di depan meja kerjanya dan bersiap menerima perintah dari bosnya. "Ada apa Anda memanggil saya, Pak?" tanya Marissa dengan sopan. Di depannya, Jimy terdiam sambil mengerutkan kening. Ia kurang nyaman dengan sikap Marissa yang terlalu sopan padanya. Jimy bangkit berdiri, lalu meringis sambil berbicara. "Aishhh, Kakak Ipar, kalau kita hanya berdua, kau tidak usah memanggilku dengan sebutan Bapak! Saya, Anda, itu juga tidak usah!" "Yang ada, aku seharusnya memanggilmu dengan panggilan Ibu! Eh, Nyonya! Nyonya Danendra! Atau, Nyonya Muda dari keluarga Adipraja!" "Ah, Anda bisa saja!" Marissa pun tersenyum. Ia cukup terhibur dengan candaan teman baik suaminya itu. "Ini serius! Kalau kita hanya berdua, atau ... tidak ada orang lain lagi di kantor dan di sekitar kita, kau tidak boleh memanggilku dengan sebutan Pak!" "Jimy saja, itu sudah cukup! Kalau tidak, aku akan balas memanggilmu dengan panggilan Nyonya Muda!" jelas Jimy yang tidak sed
Read more