Jade balas menatap Morgan dengan berani. Bukan dengan kebencian, melainkan keteguhan.“Daisy bukan masalahku. Dia … wanita yang ingin aku lindungi, Pi,” sergah Jade tanpa ragu.Tangan Morgan mengepal di sisi tubuhnya.“Yang kau rasakan padanya hanya nafsu, Jade. Dia gadis pertamamu, bukan?” Morgan mengangkat salah satu alisnya. “Pada dasarnya, di atas hasrat yang terus kau lampiaskan hingga kau merasa candu padanya, ada perasaan cinta yang jauh lebih mulia. Dan Papi tidak melihat itu pada dirimu atau pun Daisy.”Tanpa menunggu respons Jade, Morgan melangkah pergi.Sementara Jade terpaku di tempatnya begitu mendengar petuah Morgan.Jade sudah berusia 35 tahun, tetapi dia memang masih asing dengan perasaan cinta. Pria itu terlalu lama mendedikasikan dirinya pada pendidikan dan perusahaan keluarga.Karena beban sebagai pewaris utama, ternyata sama besarnya dengan hak istimewa yang Jade dapatkan. Namun siapa sangka, karena hal itu, Jade menjadi bodoh dalam sa
Última actualización : 2026-01-05 Leer más