Daisy melangkah mondar-mandir di dalam kamar, telapak kakinya menapak karpet dengan cepat dan tidak beraturan. Ketukan di pintu barusan masih menggema di kepala Daisy. Tanpa berpikir panjang, Daisy meraih selimut tebal dari atas ranjang, menariknya dengan kasar, lalu membawanya ke arah sofa. Jade mengernyitkan dahi, menatap Daisy dan selimut di tangannya secara bergantian. “Kau baru saja membentak atasanmu, Daisy,” komentar Jade santai, meski sorot matanya jelas menahan tanya. Daisy tidak peduli. Gadis itu mengibaskan selimut itu dan menyelubungi seluruh tubuh Jade yang duduk di sofa hingga pria itu lenyap dari pandangan, hanya menyisakan gundukan aneh yang mencurigakan. Daisy lalu mencondongkan tubuh dan berbisik penuh penekanan. “Tuan diam saja di sini!” Dari balik selimut, gundukan itu bergerak kecil. Jade mengangguk patuh. Daisy menarik napas lega, lalu melangkah cepat ke pintu. Begitu pintu dibuka,
Última actualización : 2025-12-25 Leer más