Kembali ke apartemennya, Ayu menemukan sebuah paket berperangko luar negeri di meja. Paman Li telah mengantarkannya selama dia pergi.Paket itu tanpa pengirim, namun alamatnya ditulis tangan dengan rapi. Ayu membukanya dengan hati-hati, penasaran.Di dalamnya, hanya ada satu amplop kertas cokelat tebal. Ditulis di depannya: "Untuk Anastasia. Buka saat kamu sudah siap."Ayu duduk di sofa, memegang amplop itu lama. "Siap untuk apa?" gumamnya pada diri sendiri.Akhirnya, dengan napas dalam, dia membuka segelnya. Isinya adalah selembar kertas surat yang sudah menguning, ditulis dengan tinta biru.Tulisannya elegan, lembut, namun jelas. Sebuah tulisan yang terasa sangat akrab, meski dia tidak pernah melihatnya."Untuk Anastasia tersayang, jika kau membaca ini: Ibu minta maaf harus meninggalkanmu." Ayu membaca kalimat pertama itu dengan suara bergetar."Tapi ingat: hidup terlalu singkat untuk dibenci. Maafkan, nak. Untuk dirimu sendiri."Air matanya langsung menetes. Ini adalah surat dari ib
Last Updated : 2025-12-09 Read more