Persetujuan Jeandra yang diberikan dengan setengah hati menjadi lampu hijau yang paling dinanti oleh Kavita. ”Ayo, Om, kita main lego dulu sebentar," ajak Aira sambil menarik-narik ujung kaus Nayaka.Nayaka memandang arloji yang menunjukkan waktu lewat tengah malam. Ia mengacak rambut Aira pelan dengan senyum tipisnya yang khas, senyum yang selalu sukses membuat Kavita salah tingkah."Main legonya besok pagi aja ya. Besok, kan, libur. Sekarang Aira sikat gigi terus tidur. Ingat pesan Papa tadi?" Nayaka menasihati dengan halus, tapi mengandung nada perintah yang tidak bisa dibantah.Aira memanyunkan bibirnya, tapi kemudian mengangguk patuh. "Oke, Om. Tapi besok mainnya yang lama ya, Om?”"Siap,” jawab Nayaka menyanggupi.Kavita segera bangkit dari duduknya. "Ayo, Aira. Tante temani sikat gigi." Ia sempat mencuri pandang ke arah Nayaka sebelum menggiring Aira menuju kamarnya. Rasanya seperti mimpi melihat pria itu benar-benar akan menghabiskan malam dengannya di bawah atap yang
Mehr lesen