Share

Part 210

Penulis: Zizara Geoveldy
last update Tanggal publikasi: 2026-03-15 13:34:01

“Mbak Kavita, ini ada undangan buat Bu Zelena dan Pak Jeandra.”

“Makasih, Bi.” Kavita menerima undangan tersebut dari asisten rumah tangga kakaknya lalu masuk ke kamar.

Setelah tiba di kamar, gadis itu menjatuhkan tubuhnya di kasur dan membuka undangan tersebut.

Kavita membaca nama kedua mempelai di sana.

​"Oh, ini yang dibilang Kak Zelena lewat chat kemarin," gumam Kavita. Ia teringat pesan Zelena yang memintanya datang mewakili keluarga bersama Nayaka karena Jeandra dan Zelena masih tertahan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
rheyeye
kak zi update midnight lg dongg jgn singkat2
goodnovel comment avatar
roha mimha
kenapa uploadnya semakin kurang dan singkat aja setiap bab...
goodnovel comment avatar
Cinta C J Mrb
makin seuprit aja tiap bab nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 228

    Rentetan suara klakson dari kendaraan di belakang mereka karena lampu hijau sudah menyala membuat keduanya terperanjat.Nayaka memutus ciuman dengan cepat. Ia menarik diri. Napasnya tidak teratur. Bibirnya masih terasa hangat dari bekas sentuhan Kavita, dan itu adalah masalah yang tidak boleh ia pikirkan lebih dari tiga detik.Ia menginjak gas.Kavita terdiam. Tangannya gemetar saat meraih sabuk pengaman dan mengenakannya kembali. Ia tidak berani melirik ke arah Nayaka. Tidak berani berbicara. Alkohol yang tadi terasa mengambang di kepalanya kini seperti diusir paksa oleh sesuatu yang jauh lebih memabukkan sekaligus membekukan, yaitu rasa malu yang menghantam dirinya.Kavita mengalihkan wajah ke jendela, menatap deretan lampu yang melesat, mencoba menjadikan cahaya-cahaya itu sebagai sesuatu yang bisa ia fokuskan agar tidak tenggelam dalam rasa malunya.Hanya saja Kavita tidak habis pikir. Kenapa Nayaka membalas ciumannya?Di balik kemudi, Nayaka tidak membiarkan dirinya berpikir. Itu

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 227

    ​Nayaka melirik jam digital di dasbor.23.45.​Hanya ada waktu sekitar dua jam sebelum pesawat yang membawa Jeandra dan Zelena menyentuh landasan bandara.Nayaka menghitung cepat dalam kepala. Tiga puluh menit lagi untuk sampai ke kelab, tiga puluh menit untuk mencari dan menyeret Kavita keluar, lalu satu jam untuk memacu mobil ke bandara. Waktunya sangat mepet, nyaris mustahil jika ia harus mengantar Kavita pulang ke rumah terlebih dahulu.​Sesampainya di depan kelab malam yang penuh dengan lampu neon mencolok, Nayaka langsung turun. Nayaka mengabaikan sapaan ramah di lobi depan. Ia melewati detektor logam dengan langkah lebar, bahkan tidak sabar saat penjaga memintanya berhenti sejenak untuk diperiksa.Begitu pintu kedap suara kedua terbuka, dentuman musik, bau asap rokok, uap vape, dan alkohol yang tajam menyeruak. Cahaya lampu strobe yang berkedip cepat membuat laki-laki itu merasa sedikit pening, namun matanya dengan tajam menyapu setiap sudut ruangan.​Di sebuah sofa VIP yang t

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 226

    [Ka, aku dan Jeandra pulang ke Indonesia hari ini. Kalau semuanya lancar, kemungkinan tiba di sana jam 2 malam. Nggak usah kasih tahu Aira ya, Ka, Biar dia nggak nunggu.] Pesan itu dikirimkan Zelena pada Nayaka sebelum keberangkatan. Seluruh keluarga besar Jeandra melepas keberangkatan mereka dengan sedikit berat hati karena keduanya hanya sebentar di sana. Tapi setelah Jeandra mengatakan kemungkinan besar akan kembali lagi, senyum di wajah Oma Helga dan para tante baru benar-benar muncul kembali. ​Penerbangan panjang pun dimulai. Setelah melewati proses check in yang kilat, mereka kini sudah berada di dalam first class suite. ​Kabin tersebut hanya berisi 8 kursi, namun saat itu hanya terisi 4 orang, termasuk Zelena dan Jeandra. Setiap suite memiliki pintu geser setinggi 1,5 meter yang memberikan privasi mutlak seolah mereka berada di kamar hotel pribadi di atas awan. Kursi kulit yang sangat lebar itu bisa direbahkan 180 derajat menjadi tempat tidur full flat yang empuk. ​Zelena

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 225

    Tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata betapa bahagianya perasaan kedua pasangan itu.Pikiran Zelena sudah melayang terbang ke Indonesia. Ia membayangkan kembali menjalani hari-hari sebagai arsitek. Ia rindu ingin kembali menggenggam stylus pen dan membiarkan jemarinya menari di atas layar tablet, merancang garis-garis presisi yang kelak akan menjadi hunian impian seseorang. Ia rindu aroma kopi yang bercampur dengan bau kertas cetakan blueprint yang baru saja keluar dari mesin plotter.Tapi Jeandra memiliki pikiran yang berbeda dengan Zelena. Ia tidak ingin langsung pulang.​"Prof," panggil Jeandra, suaranya kini terdengar lebih serius. "Ini berita yang luar biasa. Tapi, bolehkah saya bertanya satu hal lagi? Mengingat kondisi istri saya sebelumnya, apakah aman kalau saya membawa istri saya jalan-jalan keliling Jerman dulu? Mungkin perjalanan darat yang santai untuk menikmati musim panas?"​Zelena menatap Jeandra dengan binar di matanya. Ia setuju. Ia sudah berbulan-bulan hanya melihat

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 224

    Minggu demi minggu telah terlewati dengan begitu cepat. Tanpa terasa sudah dua setengah bulan Zelena dan Jeandra berada di Jerman.Jika saat kedatangannya di usia kandungan enam minggu udara masih terasa segar dengan kuncup bunga yang mulai bermekaran di musim semi, kini alam telah berganti rupa. Munchen sedang berada di puncak musim panas.​Matahari bersinar terik di atas langit Bavaria, namun angin sepoi-sepoi yang sesekali berembus tetap membawa sisa kesejukan pegunungan Alpen. Suhu udara berkisar di angka 25°C, membuat taman-taman di sepanjang jalan menuju Ludwig Maximilians University dipenuhi warna hijau yang pekat dan bunga-bunga yang mekar sempurna.​Di dalam kamar hotel mereka, Zelena berdiri di depan cermin besar, merapikan dress musim panas yang longgar. Perutnya kini tidak lagi rata. Ada tonjolan yang semakin kentara.​"Je, kamu sudah siap?” panggil Zelena sambil menyapukan pelembap bibir.​Jeandra muncul dari balik pintu kamar mandi. Pria yang semakin gagah dari hari ke h

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 223

    ​"Tante Kavitaaa!"​Aira berlari kecil dari arah ruang tengah, wajahnya sumringah luar biasa. Anak kecil itu langsung memeluk Kavita dengan erat, seolah sudah berminggu-minggu tidak bertemu.​"Anak Tante udah mandi? Wangi banget," sapa Kavita sambil mengelus rambut Aira, mencoba meredam gemuruh di dadanya dengan senyuman tulus.​"Udah, Tante. Tante tahu nggak? Kemarin aku senaaaang sekali!!" seru Aira tanpa diminta. Matanya berbinar-binar menceritakan petualangannya. "Aku jalan-jalan sama Om Nayaka, terus ada Tante Sheila juga. Kita nonton film kartun yang ada princess-nya, Tante."​Kavita tertegun. Tangannya yang mengelus rambut Aira mendadak kaku. Meskipun ia sudah tahu mereka jalan bertiga, tapi tetap saja ada rasa sakit yang menjalar di hatinya. "Oh ya? Nonton sama Tante Sheila juga?"​"Iya. Terus habis nonton Om Nayaka beliin aku es krim coklat. Tante Sheila juga makan es krim stroberi. Kita duduk bertiga, terus Om Nayaka ketawa-ketawa terus sama Tante Sheila," celoteh Aira polos

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 81

    Jeandra terus meracau tidak jelas sepanjang perjalanan ke apartemen Zelena.Zelena yang menyetir terpaksa membagi atensi dari jalanan di hadapannya ketika Jeandra menggapai-gapai lengannya."Sayang, kita ke mana?""Aku bukan Valerie," kesal Zelena sembari menepis tangan lelaki itu. Sejak tadi Jeand

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 74

    Entah hanya perasaan Zelena saja. Tapi Abi tiba lebih cepat dari yang dikatakan lelaki itu padanya. Begitu melihat kemunculan Abi, Zelena langsung berdiri sebagai tanda sopan untuk menyambutnya.“Selamat malam, Pak Abi,” sapanya sopan.Abi membalas senyum Zelena dengan lebih hangat. "Selamat malam,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 78

    Lontaran kata-kata Valerie membuat Jeandra tidak bisa lagi menahan kemarahannya.Jeandra berdiri begitu cepat. Rahangnya mengeras, matanya menggelap oleh amarah yang tak lagi bisa ia simpan sendiri.“Tarik ucapan kamu, Val. Jangan asal tuduh hanya karena kamu cemburu."Valerie terisak, tapi bibirny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 79

    Hujan masih turun saat Jeandra melangkah keluar dari rumah. Seluruh pakaiannya masih berada di sana. Tapi Jeandra tidak memikirkannya. Itu bukan masalah yang besar baginya. Tinggal beli apa susahnya? Mesin mobil menyala, lalu ia melajukan kendaraan tanpa tujuan yang jelas.Beberapa menit pertama i

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status