Kavita masih ingat bagaimana salah tingkah dirinya saat sang Mama meminta membawa Nayaka ke rumah.“Lho kok suruh ke rumah sih, Ma? Apa hubungannya sama Om Nayaka?”“Kan, tadi kamu nanya sama Mama. Ya Mama oke-oke aja. Tapi kalau memang serius ajak ke rumah.”Kavita berusaha menutupi debaran jantungnya yang sempat melonjak hanya karena pengandaian sang Mama. Ia segera memperbaiki posisi duduknya, memasang wajah sedatar mungkin agar Emma tidak bisa lagi membaca sisa-sisa kegugupannya."Aduh, jangan aneh-aneh deh, Ma. Om Nayaka itu bukan pacarku. Aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia."Emma menaikkan sebelah alisnya, tampak tidak percaya melihat perubahan sikap putrinya. "Masa?”“Iya, Ma, serius. Ma, udah ya, jangan dianggap sungguhan yang tadi. Aku ke kamar dulu ya, Ma.” Kavita buru-buru bangkit dari duduk. Ia tidak ingin memberikan celah sedikit pun bagi Mamanya untuk menginterogasi lebih jauh. Ia melangkah dengan cepat."Kavita! Nggak makan dulu?" seru Emma dari tempatnya. Ia me
Read more