“Iya, seperti itu, Brie. Kamu selalu mengunci pintunya saat pergi, ‘kan?” “Iya,” jawab Brianna seraya memijit keningnya. Mengingat dengan benar bahwa semua pintu dan jendela ia kunci setiap kali ia pergi. “Lebih hati-hatilah. Penguntit yang agak gila seringnya terobsesi dengan para korban.” “Iya, Kat ….” Kemudian Brianna menggeleng, mencoba mencari pembicaraan yang lainnya. “Kapan kamu kembali ke sini?” “Lusa aku sudah sampai di sana. Mau titip sesuatu?” “Tidak,” jawabnya. “Ibumu sudah ada teman?” “Sudah, Brie. Ayahku sudah menyelesaikan pekerjaannya yang ada diluar kota dan bisa menemani ibuku sekarang.” “Syukurlah ….” Di seberang panggilan, Katie terdengar bicara dengan ibunya, maka dengan begitu Brianna meminta agar mereka mengakhiri percakapan ini. Brianna menurunkan ponselnya dari samping telinga, merasakan dingin yang membuat tubuhnya merinding saat mengingat kembali ucapan Katie. ‘Penguntit?’ sebutnya dalam diam. Brianna dengan segera melihat ke kolong tempat tidur,
Last Updated : 2025-12-27 Read more