“Sayang, milik kamu masih sempit banget,” puji Haris.Selena tidak menjawab, dia menatap keluar memandang laut dan hujan, karena tirai dibiarkan terbuka.Haris memeluk Selena dari belakang. Tangannya meremas kedua gundukan kenyal di dada Selena itu, nipple nya mengeras.Selena merapatkan kakinya, tentu saja sentuhan Haris itu kembali membuatnya bergairah. Sekalipun hari ini dia sudah merasakan orgasme dua kali.Selena masih terdiam, menikmati dekapan Haris, merasakan hangatnya nafas lelaki itu di dekat telinganya. Sentuhan jarinya begitu lembut, meremas dan memainkan puncak dadanya, seolah membaca setiap helai kulitnya dengan penuh kehati-hatian. Haris tidak terburu-buru, dia memperlakukan Selena seakan dirinya sesuatu yang rapuh sekaligus berharga.“Selena, bolehkan sekali lagi?” bisiknya, suara itu bergetar oleh perasaan yang sudah lama dia tahan.Selena menutup mata, membiarkan dirinya larut dalam kedekatan yang semakin menumpuk, seolah seluruh ruangan mengecil dan hanya menyisakan
Read more