“Setelah aku keluar tadi, apa Amira tidak turun?” tanya Arsya.“Tidak, Tuan.”“Ambilkan aku pisau dan piring,” ucap Arsya sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah.“Baik, Tuan.”Kepala pelayan itu segera bergegas menuju dapur, mengambil pesanan Arsya, lalu kembali ke ruang tengah.“Ini, Tuan.” Pak Heru menyerahkan piring dan pisau itu.“Istirahatlah, Pak Heru. Tidak usah mengikutiku.”“Baik, Tuan. Selamat beristirahat,” ucap Pak Heru sembari menganggukkan kepala.Arsya berdiri dari duduknya, lalu berjalan cepat menaiki tangga. Ia sudah tidak sabar ingin memberikan mangga hasil curiannya itu pada Amira.“Nona muda, apa Anda sedang membalas dendam pada Tuan muda?” gumam Pak Heru, terlihat menahan tawanya.Sedangkan di dalam kamar ...Setelah membersihkan dirinya, Arsya merebahkan tubuh di samping Amira yang masih tertidur pulas. Ia memandangi wajah istrinya sembari mengusap pipi itu dengan lembut, berharap Amira terbangun.Amira menggeliat, lalu kembali tertidur.“Kamu tidur ap
最終更新日 : 2026-01-07 続きを読む