Kerangka hidup Sienna bergantung pada tebalnya kasur lapuk ini.Siang hari saat kabu-kabu mengembang, kasurnya akan terasa luar biasa panas. Keringat bercucuran hingga ke bagian bawah, menambah lambat luka jahitannya jauh dari mengering. Malam tiba, kabu-kabu menyusut. Tiap hari Sienna habiskan dengan insomnia, depresi, kondisi kamar yang semakin memperburuk pikiran terburuk.Untungnya, semenjak satu bulan penuh sakit, Victoria jarang mendominasi ini itu. Partly, gadis berdarah bangsawan British itu mulai jijik dengan penampilan Sienna. Hidup di mansion nyaris sempurna, wajar, Sienna bagai plague penyakit tak diinginkan.Sharing the same roof adalah Victoria dengan rutinitas ponselnya, lalu pada bilik kecil terlantar, Sienna meringkuk kesakitan di bawah selimut.Belakang sofanya diisi oleh aesthetician panggilan, menata desain nail art barunya selagi ponsel terus bersuara. “Paham, Bu. Paham. Tapi, ibu
Read more